Menuju Kawalu
Beranda
Hubungi Kami
Ikuti Kami
Kawalu
tanggal 18 januari 2014
bertepatan dengan penanggalan versi Kanekes,
adalah awal masuknya Bulan Kawalu.
Bulan Kawalu adalah bulan suci bagi masyarakat Kampung Baduy terhitung hari ini hingga tiga bulan ke depan.
Selama bulan Kawalu, akan diadakan beberapa upacara adat lama
bertepatan dengan penanggalan versi Kanekes,
adalah awal masuknya Bulan Kawalu.
Bulan Kawalu adalah bulan suci bagi masyarakat Kampung Baduy terhitung hari ini hingga tiga bulan ke depan.
Selama bulan Kawalu, akan diadakan beberapa upacara adat lama
Kampung Baduy khususnya di kampung Baduy Dalam yaitu Cibeo,
Cikertawarna dan Cikeusik. Selama bulan Kawalu, pengunjung secara mutlak
dilarang masuk Kampung Baduy Dalam.
Bulan Kawalu tahun ini ternyata dimulai mundur dari kebiasaan lama dikarena beberapa hal dan salah satunya musim panen Padi Huma yang tidak serempak karena terjadinya perubahan musim tanam. Perubahan diluar waktu yang semestinya tentu melibatkan musyawarah tetua adat yang dikepalai para Puun dari tiga kampung Baduy Dalam.
Dari sekian rangkaian upacara adat selama bulan suci, satu pun tidak dapat disaksikan oleh orang bukan Baduy atau tamu luar. Serta orang Baduy Dalam menahan diri untuk bepergian ke luar kampung mereka. Inilah saat orang Baduy Dalam benar-benar berkonsentrasi pada penyucian diri dan kampungnya.Di akhir bulan Kawalu, para tetua dan tokoh adat melakukan upacara besarnya adalah perjalanan ziarah ke Saka Domas suatu tempat yang mereka sucikan terletak secara rahasia baik untuk sebagian warga kampung Baduy sendiri apalagi bagi pengunjung dari luar Kampung Baduy untuk sekedar berwisata.
`Apakah selama bukan suci Kawalu masih bisa berwisata ke Kampung Baduy ? tentu saja bisa. Hanya saja wisatawan dan pengunjung dilarang masuk ke wilayah Baduy Dalam. Tetapi masih bisa mengunjungi perkampungan Baduy Luar yang jumlahnya sekitar lima puluhan lebih. Alam dan adat kebiasaan Baduy Luar masih menarik untuk dikunjungi. Namun apabila mengagendakan kunjungan termasuk ke Baduy Dalam, diperkirakan baru bisa dilakukan awal mei 2012.
Kawalu di Baduy Dalam
Kemudian selama 3 bulan kawalu tersebut, selain puasa ada juga ritual lain, yaitu bersih-bersih kampung, atau razia. Hari razia/bersih-bersih kampungpun ditentukan oleh si puun. Biasanya dalam bersih-bersih kampung ini, barang elektronik dan lainnya yang dianggap tabu oleh mereka akan dibuang atau dimusnahkan. Oleh karena itu, makanya pada saat upacara adat kawalu tersebut, pendatang/pengunjung tidak diperbolehkan menginap, mungkin agar mereka (masyarakat baduy) bisa khusyuk menjalankan kawalu.
Bulan Kawalu tahun ini ternyata dimulai mundur dari kebiasaan lama dikarena beberapa hal dan salah satunya musim panen Padi Huma yang tidak serempak karena terjadinya perubahan musim tanam. Perubahan diluar waktu yang semestinya tentu melibatkan musyawarah tetua adat yang dikepalai para Puun dari tiga kampung Baduy Dalam.
Dari sekian rangkaian upacara adat selama bulan suci, satu pun tidak dapat disaksikan oleh orang bukan Baduy atau tamu luar. Serta orang Baduy Dalam menahan diri untuk bepergian ke luar kampung mereka. Inilah saat orang Baduy Dalam benar-benar berkonsentrasi pada penyucian diri dan kampungnya.Di akhir bulan Kawalu, para tetua dan tokoh adat melakukan upacara besarnya adalah perjalanan ziarah ke Saka Domas suatu tempat yang mereka sucikan terletak secara rahasia baik untuk sebagian warga kampung Baduy sendiri apalagi bagi pengunjung dari luar Kampung Baduy untuk sekedar berwisata.
`Apakah selama bukan suci Kawalu masih bisa berwisata ke Kampung Baduy ? tentu saja bisa. Hanya saja wisatawan dan pengunjung dilarang masuk ke wilayah Baduy Dalam. Tetapi masih bisa mengunjungi perkampungan Baduy Luar yang jumlahnya sekitar lima puluhan lebih. Alam dan adat kebiasaan Baduy Luar masih menarik untuk dikunjungi. Namun apabila mengagendakan kunjungan termasuk ke Baduy Dalam, diperkirakan baru bisa dilakukan awal mei 2012.
Kawalu di Baduy Dalam
Kemudian selama 3 bulan kawalu tersebut, selain puasa ada juga ritual lain, yaitu bersih-bersih kampung, atau razia. Hari razia/bersih-bersih kampungpun ditentukan oleh si puun. Biasanya dalam bersih-bersih kampung ini, barang elektronik dan lainnya yang dianggap tabu oleh mereka akan dibuang atau dimusnahkan. Oleh karena itu, makanya pada saat upacara adat kawalu tersebut, pendatang/pengunjung tidak diperbolehkan menginap, mungkin agar mereka (masyarakat baduy) bisa khusyuk menjalankan kawalu.

